joni dengan sebatang sam soe terselip di bibir sedang bersandar malas samping montor barunya, sudah jam 12 malam dan hanya dia sendirian di pangkalan ojek itu. biasanya dia beranjak pulang sekitar jam 9 sesudah main capsa dan sedikit minum ciu.
rupa-rupanya ini adalah malam yang tak biasa buat joni.
***
joni adalah penakluk wanita sejati dengan wajah ganteng, tubuh atletis dan senyum yang manis sekali. sering berganti pasangan sampai tak terhitung jumlahnya, sebelum akhirnya bertekuk lutut di hadapan ambar kusumaningrum-gadis kembang desa yang ranum di usia 17 tahun.
hidup memang terkadang tiran dan berwajah seram. atau mungkin ini sejenis karma ketika joni menangis kalah merelakan ambar kusumaningrum disunting prajurit satu tni abri.
tiba-tiba, malam ini semuanya terlintas kembali di kepala joni, seperti rekaman suara derit kapur di papan tulis yang diputar berulang-ulang. sungguh sanggat mengganggu.
rupa-rupanya ini adalah malam yang tak biasa buat joni.
***
sisa sam soe sudah dibuang ketika seorang gadis menghampiri dan minta diantar ke rumahnya. gadis cantik belia dengan tubuh sintal seperti selera joni.
heyho! tiba-tiba sedikit cahaya menerobos awan kelabu di sekitar kepala joni.
memang ini bukan malam yang biasa buat joni.
***
dasar joni playboy. sejuta rayuan maut terlontar dari mulutnya yang genit, dan semakin menggila ketika sang gadis membalas tak kalah genitnya.
libido yang semangkin memuncak menambah kenekadan joni untuk memacu gas montornya. 90 km/jam. jalan sempit berlubang dilibas tanpa ampun, meninggalkan jerit histeris sekaligus genit dari sang gadis yang semakin erat memeluk pinggang joni.
puncaknya, ketika joni mencapai ekstasi dan merasa dirinya seperti evel knivel ( atau siapapun dia, yang pasti bukan houdini )melakukan stunt berbahaya melepas setang montornya disaat kecepatan mencapai 120 km/jam. dasar joni edan!
***
akhirnya, dengan wajah memucat sang gadis turun tepat di depan rumah mungil berbau melati layu menusuk hidung.
"bang… saya takut setengah mati waktu abang lepas setang. sekarang abang takut tidak, kalau saya lepas kepala…" ujar sang gadis dingin, seraya menarik copot kepalanya yang menyeringai dan berbau amis menyengat.
memang ini adalah malam yang tidak biasa buat joni.
rupa-rupanya ini adalah malam yang tak biasa buat joni.
***
joni adalah penakluk wanita sejati dengan wajah ganteng, tubuh atletis dan senyum yang manis sekali. sering berganti pasangan sampai tak terhitung jumlahnya, sebelum akhirnya bertekuk lutut di hadapan ambar kusumaningrum-gadis kembang desa yang ranum di usia 17 tahun.
hidup memang terkadang tiran dan berwajah seram. atau mungkin ini sejenis karma ketika joni menangis kalah merelakan ambar kusumaningrum disunting prajurit satu tni abri.
tiba-tiba, malam ini semuanya terlintas kembali di kepala joni, seperti rekaman suara derit kapur di papan tulis yang diputar berulang-ulang. sungguh sanggat mengganggu.
rupa-rupanya ini adalah malam yang tak biasa buat joni.
***
sisa sam soe sudah dibuang ketika seorang gadis menghampiri dan minta diantar ke rumahnya. gadis cantik belia dengan tubuh sintal seperti selera joni.
heyho! tiba-tiba sedikit cahaya menerobos awan kelabu di sekitar kepala joni.
memang ini bukan malam yang biasa buat joni.
***
dasar joni playboy. sejuta rayuan maut terlontar dari mulutnya yang genit, dan semakin menggila ketika sang gadis membalas tak kalah genitnya.
libido yang semangkin memuncak menambah kenekadan joni untuk memacu gas montornya. 90 km/jam. jalan sempit berlubang dilibas tanpa ampun, meninggalkan jerit histeris sekaligus genit dari sang gadis yang semakin erat memeluk pinggang joni.
puncaknya, ketika joni mencapai ekstasi dan merasa dirinya seperti evel knivel ( atau siapapun dia, yang pasti bukan houdini )melakukan stunt berbahaya melepas setang montornya disaat kecepatan mencapai 120 km/jam. dasar joni edan!
***
akhirnya, dengan wajah memucat sang gadis turun tepat di depan rumah mungil berbau melati layu menusuk hidung.
"bang… saya takut setengah mati waktu abang lepas setang. sekarang abang takut tidak, kalau saya lepas kepala…" ujar sang gadis dingin, seraya menarik copot kepalanya yang menyeringai dan berbau amis menyengat.
memang ini adalah malam yang tidak biasa buat joni.
Komentar
Posting Komentar