Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

joni dan amsomnia

akhir-akhir ini joni mengidap penyakit aneh bernama amsomnia, kompilasi antara amnesia dan insomnia. seperti ular yang menggigit ekornya sendiri, sejenis lingkaran setan yang sangat sulit untuk dipatahkan, atau dicari ujung dan pangkalnya. insomnia karena lupa untuk tidur, amnesia karena tubuhnya terlalu lelah untuk mengingat, terus menerus seperti itu. sudah lewat jam 2 pagi dan joni masih berusaha keras mengingat bentuk bantal dan kasur. setelah menetapkan hatinya, bahwa kasur adalah lantai ubin keras ditengah ruangan, joni berpikir sambil menggeser televisi 14 inci miliknya. “apakah ini bantal?” dia bertanya pada dirinya sendiri sembari meneliti bentuk televisi yang seingatnya sangat tidak mirip dengan bantal. joni yang malang.   “sungguh aneh, lalu bagaimana mungkin alat ini bisa membuatku tertidur?” joni meraba-raba setiap sudut televisi dengan sangat teliti sambil terus berpikir, dan tanpa sengaja dia memencet tombol untuk menyalakan televisinya. ‘ha!!! tapi apa i...

hey joni

joni dengan sebatang sam soe terselip di bibir sedang bersandar malas samping montor barunya, sudah jam 12 malam dan hanya dia sendirian di pangkalan ojek itu. biasanya dia beranjak pulang sekitar jam 9 sesudah main capsa dan sedikit minum ciu. rupa-rupanya ini adalah malam yang tak biasa buat joni. *** joni adalah penakluk wanita sejati dengan wajah ganteng, tubuh atletis dan senyum yang manis sekali. sering berganti pasangan sampai tak terhitung jumlahnya, sebelum akhirnya bertekuk lutut di hadapan ambar kusumaningrum-gadis kembang desa yang ranum di usia 17 tahun. hidup memang terkadang tiran dan berwajah seram. atau mungkin ini sejenis karma ketika joni menangis kalah merelakan ambar kusumaningrum disunting prajurit satu tni abri. tiba-tiba, malam ini semuanya terlintas kembali di kepala joni, seperti rekaman suara derit kapur di papan tulis yang diputar berulang-ulang. sungguh sanggat mengganggu. rupa-rupanya ini adalah malam yang tak biasa buat joni. *** sisa sam soe suda...

sudah 10 hari

denyut-denyut kesakitan sudah mereda karena luka di tangannya sudah mengering, ia bergerak makin cepat dan gesit mengkalkulasi semua hitungan di kertas kerjanya. sekarang sudah pagi, tapi masih banyak yang harus diselesaikan. *** sudah 10 hari dan sekarang sudah jam 12 malam. kertas-kertas masih saja menumpuk sampai ke langit-langit kantornya menunggu untuk diaudit. sudah 10 hari dan penampilannya luar biasa kacau. ia sudah tidak peduli lagi dengan bau dari badannya yang sangat menyengat. lagipula semua orang di kantor itu mengalami hal yang sama. mungkin sudah 5 atau 6 hari yang lalu (entahlah..) terakhir kali ia mandi. sudah 10 hari dan entah sudah berapa ratus cangkir kopi yang diminumnya. jantungnya memacu keras darah ke kepala, agar ia tetap bisa membuka mata yang semakin sembab dan kuyu. sudah 10 hari dan sekujur tubuhnya berkeringat. dari kepala sampai ujung jari kaki. tangannya sangat basah dan membuatnya susah untuk memegang pena. ia sudah mencoba segala cara. pertama, ia men...