Langsung ke konten utama

sudah 10 hari

denyut-denyut kesakitan sudah mereda karena luka di tangannya sudah mengering, ia bergerak makin cepat dan gesit mengkalkulasi semua hitungan di kertas kerjanya. sekarang sudah pagi, tapi masih banyak yang harus diselesaikan.
***
sudah 10 hari dan sekarang sudah jam 12 malam. kertas-kertas masih saja menumpuk sampai ke langit-langit kantornya menunggu untuk diaudit.
sudah 10 hari dan penampilannya luar biasa kacau. ia sudah tidak peduli lagi dengan bau dari badannya yang sangat menyengat. lagipula semua orang di kantor itu mengalami hal yang sama. mungkin sudah 5 atau 6 hari yang lalu (entahlah..) terakhir kali ia mandi.
sudah 10 hari dan entah sudah berapa ratus cangkir kopi yang diminumnya. jantungnya memacu keras darah ke kepala, agar ia tetap bisa membuka mata yang semakin sembab dan kuyu.
sudah 10 hari dan sekujur tubuhnya berkeringat. dari kepala sampai ujung jari kaki. tangannya sangat basah dan membuatnya susah untuk memegang pena.
ia sudah mencoba segala cara. pertama, ia mencoba merekatkan pena dengan lem super yang membuat tangannya panas dan alergi. lalu mencoba mengikat pena dengan tali. lalu ia mencoba merekatkan pena dengan isolasi. sampai akhirnya, ia mencoba menahan pena dengan menstaples tangannya. dan tak satupun yang berhasil.
sudah 10 hari dan otaknya mulai tidak waras. tiba-tiba ia punya ide untuk menusuk tembus tangannya dengan pena. ia melakukannya di kamar mandi, karena ia sadar darah akan mengalir deras dan mungkin bisa terciprat mengenai kertas kerjanya. ia tidak mau mengambil resiko itu.
sudah 10 hari dan tidak ada yang peduli ketika terdengar jeritan kesakitan di kamar mandi. berjam-jam ia mengerang sambil mencoba membersihkan darah yang mengalir deras dari telapak tangannya. ia merasa menyesal karena telah menyia-nyiakan jam kerjanya.
sudah 10 hari dan tidak satupun yang memperhatikan, ketika ia keluar dari kamar mandi dengan muka pucat dan baju yang memerah darah.
sudah 10 hari dan sekarang sudah jam 3 pagi, ketika ia kembali bekerja menggunakan pena yang menembus tangannya.

Komentar